Selasa, 20 November 2012

Kabar Cianjur

Kabar Cianjur


Cadas Hideung Longsor, Tutup Akses Jalan ke Cianjur Selatan

Posted: 19 Nov 2012 06:58 PM PST

Cadas Hideung longsor tutup jalan
CIANJUR, (KC).- Akibat curah hujan yang cukup tinggi, tebing Cadas Hideung setinggi 30 meter di Kampung Cadas Hideung, Desa Sindangkerta, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa (20/11/2012) longsor mengurug jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut, hanya saja arus lalu lintas yang akan menuju Cidaun maupun ke Cianjur sempat tersendat beberapa saat.

Untuk menyingkirkan bongkahan longsoran batu dan pohon yang menghalangi jalan, petugas Binamarga mengerahkan alat berat. Dibantu oleh warga longsor yang menimbun jakur utama ke wilayah Cianjur selatan itu bisa segera ditangani. Sekitar pukul 09.00 WIB arus lalu lintas dari dua arah sudah kembali normal meski harus memperlambat laju kendaraan karena masih banyaknya tanah yang membahayakan bagi pengendara.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, longsor yang terjadi didaerah yang rawan longsor tersebut terjadi setelah turunya hujan lebat dibeberapa wilayah Cianjur bagian selatan. Diduga tidak kuat menahan beban akibat curah hujan yang tinggi, tebing Cadas Hideung setinggi 30 meter itu longsor dan mengurug jalan.

"Saya baru saja lewat, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah belakang, saat menoleh ternyata tebing Cadas Hideung longsor mengurug jalan. Beruntung saat kejadian arus lalu lintas tidak padat dan tidak sampai mengenai pengguna jalan. Saya juga bersyukur bisa selamat," kata Ujang Dalu (43) warga setempat.

Akibat terjadinya longsor arus lalu lintas baik yang menuju arah Cidaun maupun sebeliknya ke arah Cianjur menjadi terhambat. Beberapa petugas dari kepolisian terlihat tiba dilokasi lebih cepat segera melakukan kordinasi dengan intansi terkait. Tidak lama berselang petugas dari Dinas Binamarga tiba dilokasi. Dibantu warga segera menyingkirkan bongkahan longsor setinggi 6 meter yang menutup jalan.

"Begitu mendapatkan informasi adanya longsor petugas kami segera datang ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dalam waktu singkat karena cepat melakukan koordinasi, longsoran bongkahan tebing itu bisa segera diatasi. Arus kendaraan bisa kembali berjalan seperti biasa," kata Kasubag Humas Polres Cianjur AKP Achmad Suprijatna didampingi Kapolsek Pagelaran AKP Sudarman.

Pihaknya menghimbau, memasuki musim hujan terutama bagi pengguna jalan yang melintasi jalur yang rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. "Saat ini sudah memasuki musim penghujan,  kewaspadaan akan bahaya banjir dan longsor harus selalu ditingkatkan. Khususnya bagi para pengguna jalan yang melintas didaerah rawan longsor diwilayah Cianjur bagians elatan," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Ahmad Suhara mengungkapkan, pihaknya selalu menghimbau kepada seluruh camat untuk selalu waspada dan menggerakkan linmas di desa-desa agar selalu waspada akan terjadinya bahaya longsor dan banjir. Informasi yang cepat bisa menjadi salah satu acuan untuk penanganan yang cepat pula bila terjadi bencana.

"Penanganan yang cepat terhadap longsor yang terjadi di Cadas Hideung ini tidak terlepas dengan informasi yang cepat dan akurat. Sehingga kesiap siagaan terhadap terjadinya bencana alam dimusim penghujan ini bisa terus ditingkatkan," kata Asep Ahmad Suhara saat dihubungi terpisah.

Menurut Asep, semua wilayah kecamatan di Cianjur selatan masuk dalam pemetaan rawan bencana alam longsor dan banjir. Sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus dilakukan apalagi saat terjadi hujan turun. "Kita selalu menghimbau kepada masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana untuk selalu waspada, kalau diperlukan lebih baik menghindar sementara bila terjadi hujan," paparnya (KC-02)**.


Serangkaian Kegiatan Dilakukan Untuk Memaknai HUT Korpri ke 41 di Cianjur

Posted: 19 Nov 2012 02:44 PM PST

Yudi Kusniadi
CIANJUR, (KC).- Serangkaian kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) yang ke 41 oleh Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Cianjur. Salah satu kegiatan adalah pengobatan geratis yang dilaksanakan secara serentak pada puncak peringatan HUT Korpri pada Kamis (29/11/2012) diseluruh Puskesmas di wilayah Cianjur.

Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah melalui Wakil Ketua Panitia Yudi Kusniadi mengatakan, setidaknya ada sekitar 18 kegiatan yang direncanakan dalam rangka memperingati HUT Korpri yang ke 41 pada tahun 2012 ini. Diantara kegiatan tersebut adalah lomba nyanyi pop sunda dan lagu perjuangan, pertandingan futsal antar unit Korpri, penanaman bibit pohon.

"Untuk penanaman bibit pohon rencananya akan di gelar di areal Puncak Resort Cipanas. Bahkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dimungkinkan akan hadir pada kegiatan tersebut. Mudah-mudahan saja semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana kegiatan," kata Yudi saat ditemui di gedung Korpri Cianjur Jalan Raya Bandung Sadewata, Kecamatan Karangtengah, Selasa (20/11/2012).

Rencana kegiatan lainya dalam bulan bhakti Korpri kali ini akan dilaksanakan diantaranya cerdas cermat antar unit Korpri, Kunjungan ke RSUD Cianjur, sepekan pakai baju Korpri, lomba pengucapan panca prasetya Korpri, khitanan massal, lomba olahraga rekreasi, dan operasi katarak yang akan dilaksanakan di Puskesmas Dengan Tempat Penginapan (DTP) Ciranjang.

"Pada puncak peringatan HUR Korpri yang jatuh pada hari Kamis (29/11/2012) dilaksanakan upacara di halaman pendopo Cianjur. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bagi putra-putri anggota Korpri, penyerahan sembako kepada petugas kebersihan, penyerahan kartu Askes, penyerahan SK pensiun dan pemberian penghargaan Satya Lencana," papar Yudi.

Menurut Yudi, dalam peringatan HUT Korpri yang ke 41 tahun 2012 ini mengambil tema "Pemantapan Jiwa Korpri Guna Mempercepat Reformasi Birokrasi" bertujuan untuk meningkatkan semangat nasionalisme dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa guna memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas serta rasa kesetiakawanan anggota Kopri di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan etos kerja setiap anggota Korpri sebagai abdi negara, pemerintah dan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan jasmani dan rohani setiap anggota Korpri," kata Yudi seraya menambhakan kegiatan HUT Korpri diawali dengan lomba nyanyi pop sunda dan lagu perjuangan di gedung Korpri, Senin (19/11/2012) (KC-02)**.

Massa Gabungan Organisasi Islam Segel Tempat Ibadah JAI Cikalongkulon

Posted: 19 Nov 2012 05:10 AM PST

CIANJUR, (KC).- Sedikitnya 100 massa yang tergabung dalam organisasi islam di Kabupaten Cianjur, Senin (19/11/2012) mendatangi tempat ibadah Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kampung Nangleng, Desa Neglasari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Massa langsung menyegel pintu masuk tempat ibadah milik JAI itu agar tidak digunakan untuk aktivitas keagamaan.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi masa gabungan organisasi islam itu dipicu adanya kabar bahwa para JAI diwilayah Cikalongkulon akan melakukan kegiatan keagamaan. Padahal sudah jelas dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, segala aktivitas kegiatan keagamaan JAI dilarang.

Massa yang mayoritas menggunakan kendaraan roda dua tersebut bergerak dari Cianjur langsung menuju lokasi tempat ibadah JAI di Kampung Nangleng, Desa Neglasari, Kecamatan Cikalongkulon. Sesampainya tempat yang dituju, dibawah pengawalan ketat aparat kepolsian, massa menggelar orasi meminta agar JAI di bubarkan.

"Kami minta para pengikut JAI agar segera bertobat dan kembali keajaran yang benar. Karena ajaran yang mereka anut bertentangan dengan ajaran islam. Kami minta para JAI juga mentaati SKB tiga menteri, itu tidak bisa ditawar lagi," kata Ustad Awal pemimpin aksi massa.

Setelah melakukan orasi didepan tempat ibadah JAI, beberapa massa merangsek mendekati tempat ibadah tersebut dan menyegel pintu masuknya. Setelah berhasil menyegel pintu masuk tempat ibadah JAI, massa yang membawa berbagai spanduk berisikan kecaman itu kembali bergerak dan melanjutkan perjalanan menuju wilayah Kampung/Desa Ciandam, Kecamatan Cikalongkulon.

Ditempat tersebut, massa juga melakukan hal yang sama. Mereka melakukan aksi merupakan salah satu bentuk protes terhadap keberadaan JAI yang dianggap tidak mentaati SKB tiga menteri.  Salah satu isinya melarang JAI untuk melakukan aktivitas peribadatan secara terbuka. Massa juga mengancam akan melakukan pembongkaran tempat ibadah jika JAI nekat melanggar SKB.

"Kalau secara baik-baik tidak digubris, kita akan melakukan cara kita sendiri. Kalau masih saja melakukan aktivitas peribadatan scara terbuka, kita akan bongkar tempat ibadahnya," katanya (KC-02)**.

Enam Lembaga Kesejahteraan Sosial di Akreditasi Kemensos

Posted: 19 Nov 2012 04:13 AM PST

CIANJUR, (KC).- Beberapa lembaga yang memenuhi syarat dan di rekomendasikan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur dilakukan uji coba  instrumen penilaian akreditasi oleh tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Badan Akreditasi Lembaga dibidang Kesejahteraan Sosial (Balks).

Anggota Badan Akreditasi Kementrian Sosial RI, Wawan Setiawan mengatakan, uji coba penilaian akreditasi kali ini difokuskan pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) baik berupa panti sosial asuhan anak (PSAA) atau taman anak sejahtera (TAS). "Sebenarnya yang masuk kategori LKSA bisa beragam sesuai nomenklatur dan istilah atau penyebutan dalam masyarakat atau bahkan sesuai kekhasan suatu daerah," kata Wawan, Senin (19/11/2012)>

Dijelaskan Wawan, salah satu kategori untuk LKSA di antaranya rumah singgah, children centre, balai perlindungan anak, desa anak-anak atau padanan lainnya.  Sementara untuk pengelola atau penyelenggaranya bisa dari unsur masyarakat (sebagai LKS) atau dari pemerintah (sebagai UPT maupun UPTD). "Untuk di Cianjur sendiri ada enam lembaga yang diakreditasi saat ini," tegas Wawan.

Kegiatan ujicoba penilaian akreditasi yang dilakukan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang serentak dilakukan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, dan Yogyakarta.  Hal ini merupakan bagian dari implementasi arah kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial yang pada 2012 ini harus sudah mulai mengakreditasi lembaga-lembaga dibidang kesejahteraan sosial (LKS), baik punya pemerintah maupun masyarakat.

"Kegiatan akreditasi ini tidak lain dimaksudkan untuk menilai dan memperoleh gambaran perihal kelayakan dan standardisasi lembaga-lembaga khususnya yang melakukan aktivitas atau intervensi layanan dibidang kesejahteraan sosial sesuai dengan dasar hukum atau regulasi yang tekah ditetapkan," katanya.

Secara terpisah Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Sumitra mengapresiasi adanya kegiatan Try Out penilaian akreditasi melalui LKSA yang mengampil tempat di Cianjur. Diharapkan dengan adanya akreditasi ini LKSA maupun lembaga-lembaga pelayanan kesejahteraan sosial dalam setting lainnya di Cianjur segera melakukan persiapan untuk mendaftarkan diri supaya memperoleh kesempatan awal atau pertamakali akreditasi.

"Kita akan terus membina dan mendampingi serta bermitra untuk pencapaian derajat kesejahteraan sosial warga Cianjur. Termasuk bilamana masih terdapat LKS yang merasa kesulitan atau ada hal-hal yang kurang dipahami dalam mempersiapkan bahan serta mengikuti tahapan penilaian akreditasi, maka Dinsosnakertrans Cianjur siap memfasilitasi. Termasuk juga kalau diperlukan mengundang narasumber dari badan akreditas ataupun Kementerian Sosial RI untuk memberikan pembekalan teknis lebih lanjut," tegas Sumitra.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Much Rohman didampingi Kasie Rehabilitasi Sosial Dindin Amaludin, memaparkan, terdapat enam lembaga sebagai representasi dari sejumlah lembaga di Cianjur, yang menjadi lokasi dan sasaran ujicoba untuk akreditasi.

Keenam lembaga tersebut tentunta mewakili lembaga-lembaga yang berkiprah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. "Akreditasi ucji coba kali ini difokuskan pada LKS dalam setting kesejahteraan sosial dan perlindungan anak atau LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) baik berupa panti sosial asuhan anak (PSAA) atau taman anak sejahtera (TAS)," kata Rohman (KC-02)**.

Ribuan Warga Cianjur Tumplek ke Jalan, Saksikan Pawai Taaruf

Posted: 19 Nov 2012 04:10 AM PST

CIANJUR, (KC).- Ribuan masyarakat Cianjur memadati pinggir jalan protokol untuk menyaksikan pawai taaruf yang dilaksanakan dalam rangka memperingati datangnya 1 Muharram 1434 Hijriyah, Senin (19/11/2012). Meski digelar tidak bertepatan dengan tanggal 1 Muharram, pawai taauruf tersebut berlangsung meriah.

Berdasarkan pantauan dilapangan, ribuan masyarakat Cianjur dari pagi sudah terlihat memadati beberapa jalan protokol di seputaran Cianjur kota yang akan dilewati rombongan pawai. Merekapun rela berdesak-desakan agar bisa menyaksikan pawai taaruf yang hanya dilakukan setiap datangnya bulan Muharram atau tahun baru hijriah.

Dalam ajang tahunan tersebut selain digelar silaturahmi dan musyawarah umat islam (Silmui) juga ditampilkan berbagai kreasi seni islami dalam ajang pawai taaruf. Setidaknya dalam pawai taaruf menyambut tahun baru Islam kali ini diikuti oleh sekitar 70 berbagai lembaga. Mereka menampilkan ciri khas masing-masing yang mayoritas bernafaskan islami.

"Saya datang bersama rombongan dari Cipanas ingin melihat pawai taaruf, kebetulan ada rombongan dari Cipanas yang ikutan. Tadinya pingin lihat kedepan, tapi susah banyak warga lainya yang juga ikut menyaksikan. Terpaksa harus naik pagar orang agar bisa melihat pawai," kata Hafid (42) warga Cipanas.

Meski harus rela berdesak-desakan dan menantang bahaya dengan naik pagar, tapi dia mengaku cukup terhibur dengan banyaknya peserta pawai. Apalagi rombongan pawai menampilkan berbagai ciri khas masing-masing, mulai dari yang hanya ikut jalan saja sampai ada yang menampilkan kreasi seni islami.

"Sepertinya kesenian drum band masih menarik perhatian dibandingkan dengan yang lainya. Hanya saja sebagai warga saya hanya berharap agar pawai taaruf ini bisa lebih dikemas. Jangan hanya milik umat muslim saja, tapi diluar itu juga bisa dinikmati. Terutama dalam menampilkan atraksi seni islami yang lebih baik lagi, ini merupakan salah satu bentuk syiar islam," katanya.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta pawai yang telah memeriahkan tahun baru islam. Momentum tahun baru hijriyah sudah selayaknya sebagai umat islam untuk semakin meningkatkan ketaqwaan. "Kegiatan ini dalam rangka peringatan tahun baru Islam. Kegiatan ini diharapkan dapat mengajak masyarakat meningkatkan kehidupan beragama menjadi lebih baik lagi khususnya di Cianjur," kata Bupati disela menghadiri kegiatan pawai taaruf didepan gerbang Pemkab Cianjur.

Bupati juga mengharapkan,  dengan tahun baru hijriyah bisa menjadi momentum untuk menciptakan kebersamaan dalam membangun Cianjur yang lebih maju, menciptakan Cianjur yang lebih kondusif. "Tahun baru islam harus juga dimaknasi sebagai ajang pemersatu untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah," tegasnya.

Adapun rute pawai taaruf tersebut dimulai dari lapang Prawatasari Joglo, Kelurahan Sawah Gede, dilanjutkan melalui Jalan Amalia Rubini, Jalan Siti Jenab dan berakhir di Kantor Pemkab Cianjur.

Sementara itu, Budayawan Cianjur Abah Ruskawan mengkritik bahwa pawai taaruf yang dilaksanakan di Cianjur seperti jalan ditempat. Menurut Abah, kegiatanya hanya dilakukan seperti menggugurkan kewajiban. Padahal pawai taaruf seperti itu bisa dikemas sebaik mungkin untuk mendatangkan wisatawan dari luar untuk datang ke Cianjur.

"Sepertinya di Cianjur ini untuk kegiatan seperti ini belum bisa padu dengan Dinas Pariwisata, padahal kalau dikemas saya rasa akan jauh bisa lebih hidup dan maknanya akan lebih tersirat. Mungkin saja setiap tahun digelar, tapi tidak ada evaluasi untuk lebih baik. Kelihatannya hanya monoton, seperti itu saja," kata Abah.

Pihaknya malah mengusulkan sebaiknya pawai taaruf itu bukan hanya milik umat islam saja, tapi umat non muslim bisa menikmati. Salah satunya adalah dengan melibatkan mereka dalam kepanitiaan. "Kalau boleh usul mereka non muslim diajak duduk jadi panitai kegiatan, jangan hanya jadi penonton, siapa tahu dengan beragaman ini mereka bisa malah masuk islam. Toh saat ini mereka juga yang menikmati, seperti misalanya pembelian perelngakapan pawai, kebanyakan ke toko mereka," kata Abah.

Pihaknya mencontohkan festival Jember dan Jogja yang bisa dikemas dengan baik dan beragam. Masyarakat sangat antusias, tidak hanya dari lokal tapi dari luarpun banyak. "Kita sebenarnya bisa mencontoh mereka, itupun kalau ada kemauan. Kuncinya adalah kemauan dan kebersamaan," katanya (KC-02)**.

Seorang Penjemput Jamaah Haji Cianjur Pingsan

Posted: 19 Nov 2012 04:04 AM PST

CIANJUR, (KC).- Tidak kuat menahan rasa sedih, seorang penjempuat jamaah haji, Acep (45), jatuh pingsan. Warga Kampung Kayu Manis, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur tersebut pingsan setelah mengetahui ibunya Holisoh binti H Mukarom (60) meninggal dunia di Mekkah saat melaksanakan ibadah haji.

Melihat ada penjemput yang pingsan petugas dari Kementerian Agama Cianjur dan aparat kepolisian yang tengah bertugas segera membopong Acep dari kerumunan ratusan penjemput jemaah haji lainya. Dia dibawa ke masjid yang lokasinya dilingkungan komplek Kementerian Agama Cianjur.

Setelah mendapatkan pertolongan, beberapa saat kemudian dia sadarkan diri. Menurut pengakuannya, dia pingsan lantaran tidak kuat menahan sedih saat diantara rombongan jemaah haji yang tiba tidak ada ibunya. Padahal dia sebelumnya mengaku telah diberitahukan oleh ayahnya H. Burhan dan adiknya paling bungsu Jalaludin yang turut menunaikan ibadah haji.

"Saya sangat sedih saat menjemput ayah dan adik saya, ternyata tidak ada satu orang lagi yaitu ibu saya. Padahal saat berangkat saya mengantarkan tiga orang yaitu ayah, ibu dan adik saya. Tapi saat pulang ibu saya sudah tiada," kata Acep yang terlihat sedih.

Menurut penuturanya, ibunya tersebut meninggak dunia akibat sakit jantung dan penyakit gula yang dideritanya. Ibunya sempat mendapatkan perawatan dari tim medis di Arab Saudi. Namun jiwanya tidak tertolong lagi. "Jasad ibu dimakamkan di sana (Mekah), sedangkan ayah dan adik saya pulang dengan selamat," katanya.

Sementara itu, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Cianjur, Hipni didampingi pelaksananya Mamat mengatakan, para jamaah haji yang kembali tiba di Cianjur pada Senin (19/11/2012) merupakan jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 58 dengan jumlah jamaah sebanyak 444. Dari jumlah tersebut diketahui satu orang jamaah dinyatakan meninggal dunia dan seorang jamaah tengah sakit yang kini menjalani perawatan di RSUD Cianjur.

"Jamaah haji yang sakit bernama H. Wahid Hananie (68), warga Karangtengah, Cianjur. Dia sakit akibat kelelahan, dan kini di rawat di RSUD Cianjur. Sementara, Holisoh Binti H Muharom, warga Kampung Kayu Manis, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur meninggal dunia di Mekkah akibat sakit," jelasnya (KC-02)**.

0 komentar: