Saya Siap Jadi Capres 2009

Saya Siap Jadi Capres 2009, itu bukan berarti Asep Muhsin yang mau mencalonkan jadi Presiden, namun ada kabar dari Artis Favorit saya yang mengatakan hal demikian “ Saya Siap jadi Capres 2009” Siapa lagi kalau bukan pelakon Naga Bonar, sebagai Naga Bonar Deddy Mizwar adalah seorang Jenderal pejuang yang memimpin pasukan untuk melawan penjajah Belanda. Kini sang Jenderal itu ingin turun gunung, kembali berjuang melawan kemiskinan dan nafsu penuh angkara. Deddy siap maju sebagai Calon Presiden (Capres) dalam Pemilu 2009 mendatang.
Kesiapan Deddy Mizwar ini disampaikan dalam acara Refleksi Politik Jenderal Naga Bonar, di gedung Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (27/2), di hadapan para petinggi partai, artis dan birokrat.
Dengan semboyan Mengutamakan Rakyat (Merak) sosok Dedi Mizwar ingin menunjukkan kesiapan dirinya menjadi seorang Presiden, dengan harapan ada partai yang bersedia mengusung namanya.
"Saya menghormati jendral-jenderal yang mencalonkan diri sebagai Presiden, karena mereka pintar dan saya juga menghormati Jenderal Saurip Kadi," tegasnya menunjuk salah satu Jendral purnawirawan TNI yang juga mencalonkan diri sebagai Capres itu.
Dalam kesempatan itu, Deddy memberikan orasi dengan nada segar yang sesekali disusul tawa para undangan. Tidak lupa gaya bahasa Batak asal Naga Bonar pun digunakan, termasuk saat mengkritik pemerintah.
"Selama ini pemimpin yang ada tidak pernah menanyakan, apa yang dibutuhkan oleh rakyat, kita mau menanyakan hal itu dan kita maju mengutamakan maunya rakyat, nah makanya kita tanyakan kepada rakyat apa maunya rakyat, kita tulis," tuturnya.
Deddy sendiri mengaku yakin dengan niatan lurus siap terjun di panggung politik, yang konon penuh tipu muslihat itu. Serta pasrah pada keputusan Allah, setelah keras berusaha nantinya.
"Yakin, Insya Allah. Karena segalanya Allah yang tentukan, tapi upaya tetap dilakukan, tapi buat kita jabatan bukan tujuan. Tapi termotivasi ingin membenahi kehidupan bangsa. Kesadaran politik itulah yang penting," tandasnya.

Keajaiban Kalimat Positif

Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.
Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis.
Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi ? Apa yang bapak tulis?'Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.'Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta.Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum.Hadapi masa lalumu tanpa sesal.Tangani saat sekarang dengan percaya diri.Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.Orang bijak berkata, 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan... Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya.Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum..Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya! !

Seks Bebas Salah Siapa ?

Minimnya pengetahuan tentang sex dan kurangnya pengawasan orang tua, hingga 2 orang bocah tengik, melati (14) dan Fendi (19) melakukan hubungan intim layaknya suami isteri di sebuah rumah sewa seharga Rp. 20.000, Namun aksi pasangan muda-mudi ini diketahui oleh warga. Sehingga dilaporkan ke polisi. Polisi yang mendapat laporan ada pasangan muda mudi melakukan hubungan diluar nikah segera meluncur di lokasi.
Ketika kedua pasangan muda-muda ini tengah asyik bermesraan di kamar, polisi langsung menggerebek. Saat digerebek, kedua sudah tidak mengenakan sehelai kain pun alias telanjang bulat serta didapatkan sebuah bukti 2 HP yang berisikan Film Porno.
Peristiwa diatas yang terjadi 1 hari yang lalu adalah sebuah contoh dari lemahnya Sistem Pendidikan, Lemahnya Perhatian dan pengawasan Keluarga khususnya orang tua, hampir sama dengan sebuah paribasa sunda " Hanacaraka datasawala, anak cilaka bapa kabawa-bawa", demikianlah adanya.
Untuk ini Lemahnya pengawasan orang tua dalam mengasuh anak yang beranjak remaja, dinilai sangat rawan terjerumus seks bebas, seks bebas kerap terjadi ketika anak remaja mulai berpacaran. Apabila orangtua kurang pengawasan, maka anak cenderung meraba apa yang dinamakan seks. Mulanya, mereka berhubungan atas dasar suka sama suka. Namun, karena ada yang merasa keberatan, maka dilaporkanlah kejadian ini ke aparat kepolisian, seperti yang terjadi pada peristiwa diatas, seorang remaja putri berusia 14 tahun mulanya berpacaran dengan temannya sendiri. Tapi karena tidak kuat iman dan lemahnya pengawasan orangtua, mereka lantas berhubungan seks.
Solusi yang harus dilakukan adalah dengan mengedukasi masyarakat mengenai risiko apa saja yang dapat ditimbulkan akibat pergaulan bebas. Terutama kepada pelajar dan orangtuanya agar kedepan prilaku seks bebas akan berkurang dan tidak ada sama sekali.
Selain itu ditambah lemahnya peran guru di sekolah. Karena guru lebih disibukkan oleh tugasnya hanya sebagai pekerja mengajar dan bukan sebagai pendidik, semakin menambah komplitnya persyaratan anak-amak remaja untuk menjadi bersikap tidak baik dan memiliki penyimpangan prilaku .

Ponari Si Dukun Cilik

Siapakah sesungguhnya Ponari? Dukun cilik sakti atau hanya seorang anak kecil di pusaran absurditas zaman?
Saya tidak tahu. Kabar yang berseliweran menyebutkan bocah lelaki berusia 10 tahun dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, itu memiliki sepotong batu yang dipercayai mampu menyembuhkan aneka macam penyakit.
Entah bagaimana caranya, kabar kedigdayaan batu itu cepat menyebar. Orang berbondong-bondong datang meminta pertolongan kepada Ponari dan batu ajaibnya itu.
Pasiennya membanjir dari delapan penjuru angin. “Jika sebelumnya rata-rata pengunjung 5.000-9.000, kemarin diperkirakan mencapai sekitar 15.000 orang.”
Dalam waktu sekejap, tak sampai sebulan, Ponari menjelma jadi sebuah brand yang menasional — mungkin efek viral marketing tanpa disengaja. Ia bagaikan sebuah mantra ajaib bagi mereka yang memercayai. Obat bagi sembarang penyakit.
“Membludaknya pengunjung juga bisa dilihat dari banyaknya sepeda motor dan mobil yang diparkir di jalan-jalan desa. Massa dan kendaraan yang parkir memenuhi radius sekitar satu kilometer dari rumah keluarga Ponari” — Surya Online.
Dari mana batu ajaib itu diperoleh? Konon batu ajaib berbentuk kepala belut sebesar kepalan tangan tersebut didapat awal Januari lalu, ketika Ponari disambar kilat.
Tapi, Selasa dua hari yang lalu, Ponari jatuh sakit. Ia terserang demam setelah kecapekan mencelupkan batu yang dipegangnya dalam botol air sebagai media penyembuhan.
Anehnya, dia justru tak memanfaatkan batu ajaib itu untuk mengobati dirinya sendiri. Keluarga Ponari membawanya ke meja praktek dokter di rumah sakit. Paradoks, eh?
Popularitas Ponari juga menelan korban. Empat orang meninggal, bukan karena menenggak air yang sudah dicelup batu ajaib itu, melainkan akibat terinjak-injak pasien yang berdesak-desakan.
Polisi lalu menutup praktek pengobatan Ponari untuk sementara waktu. Orang tua Ponari setuju. Di depan Bupati Jombang, orangtua Ponari bahkan terus terang menyatakan ingin berhenti melayani pengobatan supaya sang anak bisa meneruskan sekolah lagi. Ponari masih duduk di bangku kelas tiga SD.
Meneruskan sekolah? Betapa mengharukan dan polos sekali jawaban itu. Kita layak menghargai keputusan itu.
Anak-anak, bagaimanapun ajaibnya mereka, toh berhak menikmati masa kecil mereka selayaknya, termasuk hak mendapatkan pendidikan.
Ponari mungkin mendatangkan manfaat buat banyak orang, juga tetangga dan seluruh isi kampungnya. Tapi, orang sering lupa, dia juga berhak mendapatkan kebutuhannya sendiri.
Di tengah kondisi pendidikan Indonesia yang tak terlalu berpihak pada anak-anak kurang mampu, Ponari harus terus kita dorong untuk terus menimba ilmu lebih tinggi lagi.
Kita tentu tak ingin nasib Ponari berakhir seperti kebanyakan anak Indonesia yang terpaksa berhenti sekolah lantaran tak punya biaya. Mereka berada di jalanan dan menjadi sasaran empuk jaringan perdagangan anak.
Sementara itu MUI Jombang menyampaikan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh ponari adalah Syirik.

Strategi Syetan Menjerumuskan Manusia

Sebelum kita mengetahui strategi setan menjerumuskan manusia, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui Visi dan Misi setan.

Visi setan adalah memperbudak manusia dan Misi setan mengkondisikan manusia lupa kepada Alah SWT.
Adapun strategi setan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sbb :


1. Waswasah

Waswasah artinya membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal sholeh. Saat kumandang azan subuh dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran kita, “Nanti lima menit lagi”. Ini adalah waswasah. Kenyataannya bukan lima menit tapi satu jam, akhirnya Sholat Shubuh terlambat bahkan tidak sholat.
2. Tazyin


Tazyin artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah, Misalnya, mengapa orang yang berpacaran lebih mesra daripada suami-istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan daripada setelah menikah. Ini karena ada unsur tazyin. Pacaran itu maksiat, sementara nikah itu ibadah. Maksiat disulap oleh setan sehingga terasa lebih indah, nikmat dan mengesankan. Inilah yang disebut strategi tazyin.

3.Tamanni


Tamanni artinya memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan terbersit niat akan Shalat Tahjud saat merebahkan badan di tempat tidur? Namun pada jam tiga saat wekwr berbunyi, kita cepat-cepat mematikannya lalu meneruskan tidur.Pernahkan kita ingin bertobat? Namun pada sat maksiat ada di depan mata, kita tetap saja melakukannya. Ironisnya ini berlangsung berkali-kali. Inilah yang disebut strategi tamanni.
4. A’dawah

A’dawah artinya berusaha menanamkan permusuhan. Setan berikhtiar menumbuhkan permusuhan di anatara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan biasanya menumbuhkan prasangka buruk.Karena itu waspadai kalau kita berprasangka buruk pada orang lain, sesungguhnya kita telah terperangkap strategi setan.

5. Takwif


Takwif artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut disebut sok alim karena datang ke majelis taklim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi takhwif.
6. Shaddun


Shaddun artinya berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Pernahkah anda merasa malas saat mau melakukan sholat, atau mengantuk saat membacaAl Qur’an meskipun sudah cukup tidur? Ini adalah gejala shaddun dari setan.


7. Wa’dun

Wa’dun artinya janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Akhirnya manusia mempercayainya. Misalnya, banyak kasus seorang wanita menyerahkan dirinya pada sang pacar karena dijanjikan akan dinikahi, namun setelah hamil sang pacar meninggalkannya begutu saja. Dia tidak mau bertanggung jawab. Inilah contoh wa’dun atau janji palsu dari setan.

8. Kaidun

Kaidun artinya tipu daya. Setan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak. Pernahkah saat diberi tugas, kita berpikir nanti saja mengerjakannya krn waktu masih lama? Ternyata setelah dekat waktunya kita mengerjakan asal-asalan dan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak optimal atau ada kemunginan pada waktu yang ditentukan pekerjaan tidak selesai. Strategi ini disebut kaidun.

9. Nisyan

Nisyan artinya lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal yang manusiawi. Lupa memang sesuatu hal yang manusiawi, tetapi setan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi tanggung jawab. Pernahkan kita lupa menunaikan janji? lupa sholat? Kalau sesekali itu bisa disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti terjebak strategi nisyan.



Bagaimana apakah anda merasakannya ?

Apakah Anda Sudah Siap di PHK ? Nih Solusinya..

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah sebuah kebijakan Direksi Pabrik/perusahaan terhadap karyawannya yang dilakukan untuk menyelamatkan sebuah perusahaan dari kebangkrutan dari krisis global keuangan dunia, terlebih lagi mulai Bulan April s.d Akhir tahun 2009 akan terjadi PHK besar-besaran di Indonesia (sumber : Media Indonesia), Nah sekarang bagi anda yang masih berada di Posisi Karyawan yang akan di PHK apakah anda sudah Siap di PHK ?


Jika anda Cerdas dan Cermat untuk mempersiapkan PHK ada beberapa kemungkinan yang harus anda lakukan agar keluarga anda Selamat dari kemiskinan dan kelaparan, sebaiknya anda pelajari dan perhatikan mana yang terbaik ;

1. Anda Manabung

Sebagian orang menyarankan untuk menabung agar persiapan PHK bisa di tangani, hingga anda memiliki perbekalan di masa pengangguran, jika anda mulai saat ini mulai menabung apakah akan menjamin selama 1 tahun tabungan itu masih ada, bagaimana dengan keluarga anda yang mengharapkan anda sukses secepatnya.

2. Anda Jual Asset anda

Menjual Asset anda, apakah anda siap, semua barang rumah tangga anda jual, apakah akan jadi solusi ? jawabannya jelas Tidak, justru kita bekerja karena untuk menambah asset.


3. Anda Harus Bekerja Sebagai Sales

Menjadi Sales ? Gengsi deh.... masih ada aja yang berpikiran seperti itu sehingga banyak orang yang enggan untuk melakukannya, sekaan-akan anda lebih membiarkan keluarga anda miskin dan kelaparan daripada jadi sales, Sales memang adalah bagian dari solusi tetapi anda tetap menjadi seorang Karyawan yang suatu saat akan di PHK.

4. Network Marketing/ Network Builder

Jalan terakhir yang saya tawarkan adalah Network Marketing, namun sebelum kita membahas solusi yang terakhir ini saya ingin berbagi informasi tentang gambar di bawah ini :




Gambar tersebut merupakan simpulan dari teori Robert T Kiyosaki yang membagi pekerjaaan seseorang berdasarkan penghasilannya, kita bahas satu-satu yah..ehem...


1. Employee (E) Karyawan ; apakah anda ada diposisi ini, jika anda ada diposisi ini saya yakin anda sudah merasakan pahit manis berada di quadran Kiri cashflow ini, sedikit saya tahu tentang karyawan karena saya dulu juga seorang karyawan yang memiliki penghasilan terbatas sampai disana saja hehehe, mari kita perhatikan pertanyaan berikut ; kira-kira kita bekerja untuk siapa ? Siapa yang untung ? Bisakah Kita Menjadi Pemiliknya ? Bisakah Gaji anda melebihi pemiliknya ? Silahkan renungkan apakah anda akan tetap di Quadran Employe ini, dengan penghasilan yang pas-pasan bahkan kurang....


2. Self Employee (S) Wirausaha/Bekerja Sendiri ; setelah anda rasakan betapa pahitnya menjadi seorang karyawan tentu anda akan berubah pikiran untuk ingin menjadi seorang wirausahawan dengan memiliki pekerjaan sendiri, apakah itu membuka pabrik, menjadi bandar becak, menjadi bandar angkot dll, lagi-lagi saya ingin mengajak anda memperhatikan pertanyaan berikut ini ; Apakah Anda memiliki uang untuk membuka usaha baru ? Apakah anda ahli dibidangnya ? Apakah dengan membuka usaha ini anda akan bebas dari finansial, jika demikian tinggalkan saja perusahaan anda 1 tahun apakah akan tetap beridri atau bangkrut ? Jika bangkrut itu artinya anda percuma ! berada di posisi ini.

3. Investor (I) ; pemodal; nah memang quadran ini menjanjikan, bayangkan cukup dengan menyimpan uang di perusahaan yang tepat dan anda menjadi bagian dari perusahaan itu maka anda akan menjadi orang yang sukses, namun kembali saya bertanya apakah anda memiliki uang/dana yang besar untuk menjadi seorang investor ini...Ayooooo punya gak nih..... Kalau gak sebaiknya perhatikan point ke 4

4. Buisnis Owner (B) : adalah Pemilik Bisnis; sering kita kenal dengan istilah Network Marketing, diandaikan anda adalah seorang calon pengusaha yang memiliki sebuah perusahaaan katakanlah nama perusahaannya Andi Corporation disingkat AC dan AC bekerjasama dengan beberapa perusahaan lainnya seperti contoh K-Link yang menyediakan produk-produk bermutu dan berkualitas untuk anda promosikan dengan menggunakan sistem yang telah disepakati dan sistem tersebut telah teruji dengan baik sehingga disini anda akan memiliki mitra lain sebagai partner bisnis anda, dan disinilah anda akan merasakan pasif income yang luar biasa yang seperti saya rasakan hari ini, dahulu saya terjebak 7P ( Pergi Pagu Pulang Petang Pendapatan Paspasan ) tapi sekarang setiap hari tuh seperti hari Minggu hehehehe

Kenapa demikian karena kita menggunakan System yang benar sehingga usaha ini akan berjalan tanpa kita menjalankannya.

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi saya di 081 572 50 90 83

EMPAT KUNCI RUMAH TANGGA HARMONIS

Aku belajar banyak dari sahabat saya Abu AKhdan, sekalipun saya belum nikah tapi saya ingin sekali mencari Ilmu Nikah, salah satunya saya dapatkan dari sahabat saya , kita baca artikelnya sama-sama Yuk.....
Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.
Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
1. Jangan melihat ke belakangJangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini. Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.
2. Berpikir objektifKadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.
Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.
Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.
Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.
3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknyaUntuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.
Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.
Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.
4. Sertakan sakralitas berumah tanggaSalah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.
Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.
Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!