Alhamdulillah, Subhanalloh , Allohuakbar....
Sebuah hari yang Extra Manfaat, tepatnya tanggal 16 Agustus 2008 ! kenapa Demikian ! karena pada hari ini banyak sekali Ivent yang asep ikuti dan yang Luar Biasanya benar-benar Extra Manfaat beberapa kegiatan tanggal 16 Agustus yang Extra Manfaat adalah ; Dengar Tausiyah Aa Gym, Pelaksanaan Nisfhu Sya'ban, Pawai Obor, Gerhana Bulan, and besoknya Hari kemerdekaan.
1. Aa Gym Ke Cianjur
Nah disela-sela Milad Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Aa Gym datang ke Cianjur untuk memberikan tausiyah kepada masyarakat cianjur, kegiatan ini di gelar oleh Korwil Santri Siap Guna (SSG) Cianjur, mustaminya buanyaaak sekali, gak ketinggalan asep pun ikut terhanyut oleh tausiyah Aa yang agak nyindir gitu lah sama asep tapi asep terima heheheehe, tapi lebih manfaatnya adalah agak nyindir beberapa pejabat hehehehe, tapi tentu aa gak bermaksud nyindir....

Oh Iyah Pada kesempatan itu Aa menyampaikan Materi tentang Ilmu Ikhlas, nah saya akan sedikit berbagi dari catatan saya waktu itu, silahkan simak...
Aa mengatakan, ada 5 JANGAN yang perlu diingat dalam rangka memelihara dan melatih hati ini untuk senantiasa terjaga keikhlasannya, yaitu:
1. JANGAN INGIN DIKETAHUI ORANG LAIN
Intinya kita harus belajar menyembunyikan amal baik kita laksana kita menyembunyikan aib-aib kita, belajar menahan diri, tidak usah pamer. Allah Maha Tahu, Maha dekat, dan kalau Allah berkehendak amal kita diketahui orang, Dialah yang membukakan jalan, bukan kita.
2. JANGAN INGIN DILIHAT ORANG
Antara orang yang ikhlas dan tidak ikhlas ada perbedaan yang jelas saat amalannya dilihat orang. Maka jangan heran para sahabat di zaman Rasulullah merasa berat saat ditunjuk menjadi imam, karena mereka takut hilang keikhlasannya. Banyak orang menjadi 'berbeda' kala beramal atau beribadah di tengah orang banyak, ada godaan untuk terlihat lebih khusyu' atau lebih saleh...
3. JANGAN INGIN DIPUJI
Hati-hatilah, kata Aa, bila kita sudah bersandar kepada makhluk, karena bisa menimbulkan luka hati. Nabi Muhammad adalah sebaik-baik contoh, di mana beliau -- ketika dihina dan dicaci-maki oleh musuh-musuhnya -- teramat sangat bersabar dan barulah marah saat mereka menghina Allah dan kebenaran risalah yang dibawanya.
Sadarkah kita bahwa kita dipuji orang bukan karena kita mulia namun karena Allah menutupi aib, kebusukan, kemaksiatan kita? Dia belum membeberkan kekurangan-kekurangan kita itu. Pujian itu sebenarnya hanyalah sebatas prasangka orang terhadap topeng kita dan acapkali makin sering membuat kita membohongi diri sendiri. Namun celakanya, manusia bisa teramat mabuk pujian, padahal dibandingkan Allah, Sang Penggenggam diri kita, orang lain tahu apa tentang kita?
Pujian yang asli adalah dari orang yang terdekat, dari pasangan hidup, anak, dan keluarga kita, sementara orang jauh tidak tahu kebusukan-kebusukan kita...
4. JANGAN INGIN DIHARGAI ORANG LAIN
Hanya kesengsaraan saja yang didapat jika kita begitu ingin dihargai orang lain! Padahal kita bisa seperti sekarang ini , atas jasa orang banyak, yang mungkin selama ini kita anggap orang kecil. Para pembantu, supir, tukang ojek langganan, petugas OB atau cleaning-service masjid atau WC, dsb.
Perlulah kita mengingat ini: tunggu saat Allah membeberkan semua aib-aib kita...
5. JANGAN INGIN DIBALAS BUDI
Jika berbuat amal kebajikan, janganlah ingin dibalas. Manusia tidak akan mampu membawa manfaat ataupun mudharat atas izin Allah. Yakinlah, tidak akan tertukar oleh Allah perbuatan baik dengan perbuatan jahat, semua akan diberi balasan yang setimpal.